Kembali ke Artikel Edukasi
Tim ISpill7 September 2026

Cyberbullying: Mengenali dan Menghadapinya

  • cyberbullying
  • digital
  • panduan
Kehadiran media sosial dan aplikasi pesan instan membuka bentuk baru perundungan yang dikenal sebagai cyberbullying. Berbeda dengan bullying konvensional, cyberbullying bisa terjadi kapan saja, menjangkau audiens yang jauh lebih luas, dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus sepenuhnya. Bentuk cyberbullying cukup beragam. Ada yang berupa komentar merendahkan atau ancaman langsung di kolom komentar maupun pesan pribadi, ada pula yang lebih halus seperti menyebarkan foto atau video memalukan tanpa izin, membuat akun palsu untuk mempermalukan seseorang, atau sengaja mengucilkan seseorang dari grup percakapan bersama. Salah satu ciri khas cyberbullying yang membuatnya terasa lebih berat dibanding bullying konvensional adalah sifatnya yang terus menerus. Korban tidak lagi memiliki "zona aman" di rumah karena serangan bisa datang kapan saja melalui ponsel, bahkan di tengah malam sekalipun. Anonimitas pelaku di dunia maya juga sering memperparah keadaan. Ketika pelaku merasa tidak akan dikenali, mereka cenderung lebih berani melontarkan kata-kata yang mungkin tidak akan mereka ucapkan secara langsung. Jika kamu mengalami cyberbullying, langkah pertama yang bisa diambil adalah tidak membalas dengan emosi, karena hal itu sering kali justru memperpanjang konflik. Simpan bukti berupa tangkapan layar percakapan atau unggahan yang merugikan, karena bukti ini penting jika laporan perlu ditindaklanjuti lebih lanjut. Batasi interaksi dengan pelaku menggunakan fitur blokir atau laporkan akun yang tersedia di platform media sosial masing-masing. Namun jangan berhenti di situ saja, karena memblokir di dunia maya tidak menyelesaikan akar masalah jika pelaku adalah teman sekolah yang masih akan ditemui setiap hari. Ceritakan apa yang kamu alami kepada orang dewasa yang kamu percaya, baik orang tua maupun guru BK di sekolah. Melaporkan cyberbullying melalui jalur yang aman dan rahasia, seperti yang disediakan ISpill, memungkinkan sekolah untuk turun tangan menangani akar masalahnya, bukan hanya gejalanya di layar ponsel.