Tim ISpill7 September 2026
Tanda-Tanda Anak Mengalami Bullying yang Perlu Diwaspadai
- bullying
- orang tua
- kesehatan mental
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani bullying adalah banyak korban yang memilih untuk tidak bercerita, baik karena takut, malu, atau khawatir keadaan justru bertambah buruk setelah melapor. Karena itu, orang tua dan guru perlu peka terhadap perubahan perilaku yang mungkin menjadi sinyal.
Perubahan pada rutinitas sekolah sering menjadi tanda paling awal. Anak yang tiba-tiba enggan berangkat sekolah, sering mengeluh sakit perut atau pusing di pagi hari, atau meminta izin tanpa alasan jelas, bisa jadi sedang menghindari situasi yang membuatnya tidak nyaman di sekolah.
Perubahan emosi juga patut diperhatikan. Anak yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi mudah marah, murung, cemas berlebihan, atau menarik diri dari keluarga dan teman-temannya, mungkin sedang menyimpan beban yang belum bisa diceritakan.
Barang-barang yang hilang atau rusak tanpa penjelasan yang masuk akal, luka atau memar yang tidak sesuai dengan cerita anak, juga perlu menjadi perhatian, terutama jika terjadi berulang kali.
Perubahan pola tidur dan makan turut menjadi indikator penting. Sulit tidur, mimpi buruk, kehilangan nafsu makan, atau sebaliknya makan berlebihan sebagai pelarian, semuanya bisa berkaitan dengan tekanan emosional yang sedang dialami anak.
Penurunan prestasi akademik yang terjadi tiba-tiba, tanpa penjelasan lain seperti masalah kesehatan, juga bisa menjadi petunjuk bahwa perhatian anak sedang teralihkan oleh sesuatu yang mengganggu di sekolah.
Yang terpenting bukan hanya mengenali tanda-tanda ini, tetapi juga menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita tanpa merasa dihakimi atau disalahkan. Tanyakan dengan tenang, dengarkan tanpa memotong, dan yakinkan anak bahwa melapor bukan tindakan pengecut, melainkan langkah berani untuk melindungi dirinya sendiri.